Manfaat Penting Delayed Cord Clamping dan Potensi Masa Depan untuk Bayi

delayed cord clamping

Moms & Dads, momen kelahiran adalah awal yang penuh harapan, dan setiap keputusan yang diambil memiliki dampak besar bagi kesehatan bayi. Di tengah berbagai persiapan menyambut buah hati, salah satu diskusi penting yang semakin banyak dipertimbangkan oleh calon orang tua adalah mengenai waktu penjepitan tali pusat. Praktik Delayed Cord Clamping atau penjepitan tali pusat tertunda, kini menjadi topik hangat yang direkomendasikan oleh banyak organisasi kesehatan terkemuka di dunia.

Banyak orang tua seringkali bertanya, “Apakah kami harus memilih antara memberikan manfaat langsung dari Delayed Cord Clamping kepada bayi, atau kesempatan untuk menyimpan sel punca tali pusatnya untuk potensi pengobatan di masa depan?” 

Kabar baiknya, Moms & Dads tidak perlu memilih salah satunya. Justru, keduanya bisa bersinergi dengan optimal untuk memastikan awal kehidupan terbaik dan perlindungan kesehatan jangka panjang bagi si kecil. Artikel ini akan mengupas tuntas tentang Delayed Cord Clamping dan bagaimana ia dapat dipadukan dengan penyimpanan sel punca tali pusat untuk masa depan kesehatan keluarga Moms & Dads.

Apa Itu Delayed Cord Clamping dan Mengapa Penting?

Delayed Cord Clamping adalah praktik menunda waktu penjepitan dan pemotongan tali pusat setelah bayi lahir. Praktik ini memungkinkan darah yang kaya nutrisi dan sel punca dari plasenta untuk terus mengalir ke tubuh bayi selama beberapa waktu sebelum tali pusat dijepit.

Secara historis, praktik penjepitan tali pusat telah mengalami perubahan. Sebelum pertengahan tahun 1950-an, penjepitan dini didefinisikan sebagai penjepitan dalam 1 menit, dan penjepitan akhir setelah 5 menit. Namun, seiring waktu, praktik ini kemudian dipersingkat, menjadi umum untuk menjepit tali pusat segera setelah kelahiran, biasanya dalam 15-20 detik. Untungnya, penelitian dan pemahaman yang lebih dalam mengenai manfaat aliran darah plasenta telah mengubah rekomendasi ini.

Proses Delayed Cord Clamping ini memungkinkan sekitar 80-100 mL darah mengalir dari plasenta ke bayi dalam 3 menit pertama setelah kelahiran, dan hingga 90% volume darah tersebut berhasil ditransfer dalam beberapa napas pertama bayi sehat. Proses alami ini memberikan keuntungan biologis yang signifikan bagi bayi.

Melihat manfaatnya, berbagai organisasi kesehatan dunia kini secara aktif merekomendasikan Delayed Cord Clamping:

Sumber: https://parentsguidecordblood.org/en/can-i-have-delayed-cord-clamping-and-still-collect-cord-blood

Manfaat Luar Biasa Delayed Cord Clamping untuk Bayi 

Delayed Cord Clamping memberikan serangkaian manfaat penting yang berdampak positif pada kesehatan bayi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang:

1. Transfer Darah Optimal dan Cadangan Zat Besi yang Kuat

Saat tali pusat tidak langsung dijepit, bayi menerima volume darah yang lebih banyak dari plasenta. Ini secara langsung meningkatkan kadar hemoglobin dan cadangan zat besi yang signifikan, sekitar 40–50 mg/kg berat badan. Peningkatan cadangan zat besi ini sangat krusial karena mengurangi risiko anemia defisiensi besi pada bayi hingga tahun pertama kehidupan bayi

Anemia defisiensi besi telah dikaitkan dengan gangguan perkembangan kognitif, motorik, dan perilaku yang mungkin tidak dapat diperbaiki jika tidak segera ditangani. Secara ringkas, bayi terlindungi dari defisiensi zat besi.

2. Pasokan Sel Punca & Sel Imun Berharga Langsung ke Bayi

Aliran darah yang berkelanjutan dari plasenta juga memastikan transfer imunoglobulin dan sel punca (hematopoietik dan pluripoten) dari plasenta ke tubuh bayi. Sel punca ini penting untuk perbaikan dan regenerasi sel, serta membantu bayi beradaptasi dengan lingkungan barunya di luar rahim. 

Agar sel punca darah tali pusat dapat disimpan, dapat diberlakukan untuk penundaan 30-60 detik. Manfaat ini sangat terasa pada bayi prematur. Delayed Cord Clamping telah dikaitkan dengan peningkatan sirkulasi transisional, pembentukan volume sel darah merah yang lebih baik, penurunan kebutuhan transfusi darah, serta penurunan kejadian enterokolitis nekrotikans dan perdarahan intraventrikular. 

Mengatasi Kekhawatiran Umum Seputar Delayed Cord Clamping

Meskipun manfaatnya melimpah, wajar jika muncul kekhawatiran terkait Delayed Cord Clamping.

Kekhawatiran Jaundice (Penyakit Kuning)

Beberapa orang khawatir bahwa Delayed Cord Clamping dapat meningkatkan risiko jaundice (penyakit kuning) parah pada bayi. Namun, peningkatan ini umumnya ringan, mudah ditangani, dan manfaat keseluruhan Delayed Cord Clamping jauh lebih besar. Penting bagi penyedia layanan kesehatan untuk memiliki mekanisme untuk memantau dan menangani jaundice.

Kekhawatiran Perdarahan Postpartum pada Ibu

Telah ada kekhawatiran bahwa Delayed Cord Clamping dapat meningkatkan risiko perdarahan postpartum pada ibu. Namun, data terbaru tidak mendukung kekhawatiran ini. Delayed Cord Clamping tidak meningkatkan risiko perdarahan postpartum atau kebutuhan transfusi darah. Selain itu, kadar hemoglobin ibu pasca-melahirkan juga tidak terpengaruh dibandingkan dengan penjepitan tali pusat segera.

Delayed Cord Clamping dan Penyimpanan Sel Punca Tali Pusat

Ini adalah bagian krusial bagi banyak orang tua. Apakah mungkin mendapatkan manfaat Delayed Cord Clamping sekaligus menyimpan sel punca tali pusat? Jawabannya adalah ya, namun dengan kondisi penting.

Anda dapat memiliki yang terbaik dari keduanya, tetapi hanya jika penundaan penjepitan di bawah satu menit.

Memang, tujuan utama Delayed Cord Clamping adalah untuk meningkatkan volume darah dan pasokan zat besi bayi secara langsung. Namun, proses ini akan mengurangi jumlah darah yang tersisa di tali pusat yang dapat dikumpulkan untuk penyimpanan. Studi menunjukkan bahwa dalam satu menit pertama setelah kelahiran sehat, bayi menerima sekitar 80% dari darah yang akan kembali dari tali pusat. Pada saat yang sama, volume darah tali pusat yang dapat dikumpulkan untuk penyimpanan berkurang hingga setengahnya.

Mari kita lihat perbandingan sederhana berdasarkan tabel di bawah ini:

Sumber: https://parentsguidecordblood.org/en/can-i-have-delayed-cord-clamping-and-still-collect-cord-blood

Tabel di atas jelas menunjukkan bahwa jika tujuan Moms & Dads adalah menyimpan sel punca tali pusat di bank dan mempertahankan potensi pengobatan untuk bayi atau saudara kandung (misalnya Cerebral Palsy, Autism, Thalassemia, atau SCD), maka penundaan tali pusat tidak boleh melebihi 30-60 detik. Penundaan hingga 2 menit akan menghilangkan kemungkinan ini.

Penting juga untuk memahami perbedaan antara bank darah tali pusat publik dan bank darah tali pusat pribadi seperti StemCord. Bank darah tali pusat publik dapat memiliki kriteria penyimpanan sendiri di mana bisa tidak memungkinkan untuk dilakukan delayed cord clamping.

Meskipun bank pribadi seperti StemCord dapat menyimpan koleksi darah tali pusat yang lebih kecil, perlu diketahui bahwa koleksi yang lebih besar umumnya lebih baik untuk sebagian besar kebutuhan terapeutik. Oleh karena itu, penting untuk berdiskusi dengan terlebih dahulu ya, Moms & Dads.

Membuat Keputusan Terbaik untuk Keluarga 

Membuat keputusan tentang Delayed Cord Clamping dan penyimpanan sel punca tali pusat adalah keputusan yang penting. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk membuat keputusan tentang waktu Delayed Cord Clamping jauh sebelum kelahiran, dan berbicara dengan jelas kepada bank penyimpanan darah dan sel punca tali pusat tentang preferensi mereka. Diskusikan rencana persalinan Moms secara terbuka dengan dokter atau bidan. Pertimbangkan riwayat kehamilan, risiko persalinan prematur, dan kebutuhan potensial untuk terapi sel punca bagi bayi atau saudara kandung.

Dengan informasi yang tepat dan perencanaan yang matang, Moms & Dads tidak perlu memilih antara kesehatan instan bayi dan perlindungan masa depan yang ditawarkan oleh penyimpanan sel punca.

Kesimpulan

Delayed Cord Clamping selama 30-60 detik adalah intervensi sederhana namun sangat bermanfaat yang memberikan manfaat kesehatan signifikan bagi bayi, termasuk peningkatan kadar hemoglobin, dan cadangan zat besi. Ini adalah “sweet spot” yang memungkinkan pengambilan dan penyimpanan sel punca tali pusat yang berhasil, menjaga potensi terapeutik untuk masa depan keluarga.

Membuat keputusan yang terinformasi dan berkomunikasi dengan tim medis adalah kunci untuk memaksimalkan kedua manfaat ini. Pilihlah yang terbaik untuk si kecil, karena setiap detik di awal kehidupannya adalah investasi untuk masa depannya.

Amankan Masa Depan Kesehatan Keluarga Anda dengan StemCord!

Ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana StemCord dapat membantu Moms & Dads mengoptimalkan keputusan Delayed Cord Clamping dan penyimpanan sel punca tali pusat untuk keluarga?

Kunjungi website StemCord atau hubungi konsultan kami di (62) 811 8200 818 untuk konsultasi gratis. Kami siap membantu Moms & Dads merencanakan masa depan kesehatan si kecil!

Sumber:

https://www.acog.org/clinical/clinical-guidance/committee-opinion/articles/2020/12/delayed-umbilical-cord-clamping-after-birth

https://parentsguidecordblood.org/en/can-i-have-delayed-cord-clamping-and-still-collect-cord-blood

https://iris.who.int/server/api/core/bitstreams/cd57d2bf-b6be-4712-b23a-bad509587b7b/content

https://www.rcog.org.uk/guidance/browse-all-guidance/scientific-impact-papers/clamping-of-the-umbilical-cord-and-placental-transfusion-scientific-impact-paper-no-14