Halo Moms & Dads! Memasuki bulan suci Ramadhan, banyak dari calon orang tua yang mungkin sedang bimbang dan bertanya-tanya, apakah ibu hamil boleh puasa?
Sebagai calon orang tua, wajar jika Moms & Dads ingin memberikan yang terbaik bagi Si Kecil, termasuk dalam menjalankan ibadah. Di satu sisi ada keinginan kuat untuk beribadah, namun di sisi lain ada kekhawatiran mengenai kesehatan janin. Artikel ini akan menjelaskan dari sisi kesehatan dan keamanan apakah ibu hamil boleh puasa atau tidak, sehingga Moms & Dads dapat mengambil keputusan yang tepat.
Table of Contents
Berpuasa Saat Hamil
Ketika bulan Ramadhan, umat Muslim menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Namun, ada juga beberapa kelompok yang diberikan keringanan untuk tidak berpuasa, seperti lansia, anak-anak, orang sakit, musafir, dan wanita yang sedang haid.
Aturan ini juga diberlakukan untuk ibu yang sedang hamil atau menyusui. Jika Moms merasa sakit atau khawatir jika berpuasa dapat membahayakan kesehatan diri sendiri maupun kesehatan bayi, maka Moms diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Moms bisa mengganti puasa tersebut di lain waktu di luar bulan Ramadhan, atau jika memang tidak memungkinkan, Moms dapat membayar ‘fidyah’ dengan memberi makan orang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkan.
Risiko dan Keamanan saat Ibu Hamil Berpuasa
Pertanyaan “apakah ibu hamil boleh puasa?” sering kali dijawab dengan beragam perspektif kesehatan. Berikut adalah rangkuman dari beberapa jurnal kesehatan terkemuka:
1. Berdasarkan Jurnal
Berdasarkan data dari NHS University Hospitals of Leicester, sebenarnya belum ada cukup bukti yang menyatakan secara pasti bahwa berpuasa selama kehamilan yang sehat itu berbahaya bagi Moms maupun bayi. Namun, penelitian di bidang ini masih terus berkembang.
2. Hasil Tinjauan Menyeluruh (Umbrella Review 2025)
Dalam sebuah tinjauan jurnal terbaru tahun 2025 dari International Journal of Gynecology & Obstetrics, para ahli melakukan analisis mendalam terhadap berbagai penelitian mengenai dampak puasa Ramadhan. Hasilnya cukup menenangkan:
Berat Badan Lahir
Dengan ibu berpuasa, tidak mengurangi berat badan bayi lahir atau meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat rendah.
Kelahiran Prematur
Puasa Ramadhan tidak meningkatkan risiko kelahiran prematur atau mengurangi usia kehamilan saat lahir.
Risiko Medis Lainnya
Puasa juga tidak meningkatkan risiko operasi Caesar, diabetes gestasional, maupun pre-eklampsia.
Kesehatan Janin
Parameter kesehatan janin seperti skor Apgar (skor kesehatan bayi saat lahir) juga tidak menunjukkan dampak negatif yang signifikan akibat puasa.
3. Beberapa Catatan Kewaspadaan
Meskipun hasil Jurnal International Journal of Gynecology & Obstetrics cenderung positif, informasi lain dari British Nutrition Foundations mencatat bahwa beberapa ibu hamil yang berpuasa mungkin memiliki plasenta yang sedikit lebih kecil atau bayi dengan berat lahir yang sedikit lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak berpuasa. Selain itu, puasa dapat menurunkan kadar gula darah puasa pada Moms. Maka dari itu, ada baiknya Moms tetap berkonsultasi dengan bidan atau dokter sebelum berpuasa, ya!
Tips Menjalani Puasa dengan Aman
Jika setelah berkonsultasi dengan bidan atau dokter Moms memutuskan untuk tetap berpuasa, berikut adalah langkah-langkah untuk menjalaninya dengan aman:
Nutrisi yang Tepat Saat Sahur dan Buka
Moms membutuhkan asupan nutrisi yang seimbang untuk menjaga energi sepanjang hari.
- Pilih makanan kaya serta seperti sereal, gandum utuh, dan berbagai macam buah-buahan.
- Di saat sahur, konsumsilah karbohidrat yang kompleks, di mana makanan yang melepaskan energi secara perlahan seperti pasta gandum, roti gandum, kacang-kacangan, dan oat.
- Konsumsi zat besi dan protein seperti sayuran berdaun gelap, kacang polong, lentil, serta ikan berminyak seperti sarden.
- Kurma dan susu sangat baik dikonsumsi saat berbuka untuk mengembalikan energi dengan cepat.
- Kurangi makanan yang digoreng (seperti samosa), makanan tinggi lemak, serta makanan olahan dengan gula tinggi seperti kue atau roti putih.
Menjaga Hidrasi
Dehidrasi adalah risiko terbesar bagi ibu hamil yang berpuasa, terutama jika Ramadhan jatuh pada musim panas.
- Minumlah air dalam jumlah banyak saat waktu tidak berpuasa (antara buka hingga sahur).
- Moms disarankan menambah asupan cairan sebanyak satu atau dua gelas lebih banyak dari biasanya.
- Konsumsi makanan dengan kadar air tinggi seperti sup, rebusan, sayuran, dan buah-buahan.
- Hindari makanan yang terlalu asin, terutama saat sahur, karena dapat membuat Moms merasa lebih cepat haus.
Mengatur Aktivitas Fisik
Puasa bisa membuat Moms lebih cepat lelah. Maka dari itu, Moms perlu beristirahat yang cukup dan hindari aktivitas yang terlalu berat di siang hari. Jika Moms ingin berolahraga, Moms dapat melakukannya minimal 2 jam setelah berbuka puasa. Yang paling penting, Moms dapat memantau gerakan bayi setiap hari. Jika Moms merasa gerakan bayi berkurang, Moms dapat menghubungi layanan kesehatan terdekat.
Kapan Moms Harus Membatalkan Puasa?
Kesehatan Moms dan janin adalah prioritas utama. Segera batalkan puasa jika Moms merasakan tanda-tanda berikut:
- Merasa sangat haus, buang air kecil lebih sedikit (kurang dari 3-4 kali sehari), atau warna urin berubah menjadi sangat gelap.
- Merasa pusing, ingin pingsan, sangat lelah, bingung, atau sakit kepala yang tidak hilang meski sudah beristirahat.
- Jika Moms merasa ada yang salah dengan kondisi tubuh, Moms bisa segera membatalkan puasa dengan minum segelas air atau minuman manis untuk mengganti gula dan cairan yang hilang.
Mengapa Kesehatan Selama Kehamilan Begitu Penting?
Moms & Dads, keputusan apakah ibu hamil boleh puasa bukan hanya tentang bulan Ramadhan ini. Kebutuhan nutrisi Si Kecil yang terpenting untuk dipenuhi. Nutrisi dan hidrasi yang cukup memastikan lingkungan rahim yang optimal bagi perkembangan janin.
Kondisi janin yang sehat juga berpengaruh pada kualitas sel punca yang ada di dalam tali pusat bayi saat lahir. Sel punca ini dapat memproteksi masa depan yang bisa Moms & Dads simpan di StemCord. Darah tali pusat mengandung sel-sel yang sangat istimewa yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit di masa mendatang.
Kami memahami bahwa setiap perjalanan kehamilan Moms unik dan memerlukan perhatian khusus. Jika Moms & Dads ingin mengetahui lebih dalam mengenai bagaimana kesehatan kehamilan memengaruhi potensi sel punca tali pusat, atau ingin berkonsultasi mengenai prosedur penyimpanan di StemCord, tim ahli kami siap mendampingi.
Dapatkan informasi lengkap mengenai standar penyimpanan sel punca kami yang telah dipercaya oleh ribuan keluarga. Hubungi tim StemCord melalui WhatsApp atau kunjungi website kami untuk bantuan lebih lanjut.
Semoga Moms selalu sehat dan diberikan kelancaran hingga hari persalinan nanti!
Source:
https://obgyn.onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1002/ijgo.16127#:~:text=There%20is%20little%20evidence%20that,help%20reaching%20evidence%2Dbased%20recommendations.
https://www.nutrition.org.uk/nutrition-for/pregnancy/Ramadhan-and-pregnancy/


Pingback: allopurinol
Pingback: doxycycline 100 mg for sinus infection
Pingback: cialis rezeptfrei
Pingback: lasix furosemide
Pingback: cipro antibiotic
Pingback: doxycycline doryx
Pingback: lasix diuretic pill
Pingback: nexium 20 mg tablet
Pingback: cialis for seniors